NAMA : LINDA AVIVA
NIM : D42172380
PRODI : AKUNTANSI
SEKTOR PUBLIK
RESUME
PENGUNGKAPAN PENUH DALAM PELAPORAN KEUANGAN
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
menyebutkan bahwa kerangka dasar merumuskan konsep yang mendasari penyusunan
dan penyajian laopran keuangan bagi para pemakai eksternal. Tujuan kerangka
dasar ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi:
- Komite
penyusun standar akuntansi keuangan, dalam pelaksanaan tugasnya
- Penyusun
laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur
dalam standar akuntansi keuangan
- Auditor,
dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
- Para
pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam
laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
Posisi
Keuangan, Kinerja, dan Perubahan Posisi Keuangan
- Keputusan
ekonomi yang diambil pemakai laporan keuangan memerlukan evaluasi atas
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas (dan setara kas), dan waktu
serta kepastian dari hasil tersebut. Kemampuan ini akhirnya menentukan,
misalnya, kemampuan pembayaran kepada para karyawan dan para pemasok,
kemampuan pembayaran bunga, pembayaran kembali pinjaman dan pembagian
penghasilan kepada para pemilik.
- Posisi
keuangan perusahaan dipengaruhi oleh sumber daya yang dikendalikan,
struktur keuangan, likuiditas dan solvabilitas, serta kemampuan
beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Informasi sumber daya ekonomi
yang dikendalikan dan kemampuan perusahaan dalam memodifikasi sumber daya
ini di masa lalu berguna untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan kas (dan setara kas) di masa depan. Informasi struktur
keuangan berguna untuk memprediksi kebutuhan pinjaman di masa depan dan
bagaimana penghasilan bersih (laba) dan arus kas di masa depan akan
didistribusikan kepada mereka yang memiliki hak di dalam perusahaan..
- Informasi
kinerja perusahaan, terutama profitabilitas, diperlukan untuk menilai
perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan di masa
depan. Informasi fluktuasi kinerja adalah penting dalam hubungan ini.
Informasi kinerja bermanfaat untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam
menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada. Di samping itu, informasi
tersebut juga berguna dalam perumusan pertimbangan tentang efektivitas
perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya.
- Informasi
perubahan posisi keuangan perusahaan bermanfaat untuk menilai aktivitas
investasi, pendanaan dan operasi selama periode pelaporan. Informasi ini
berguna bagi pemakai sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan kas (dan setara kas) serta kebutuhan perusahaan untuk
memanfaatkan arus kas tersebut. Dalam penyusunan laporan perubahan posisi
keuangan, dana dapat didefinisikan dalam berbagai cara, seperti, seluruh
sumber daya keuangan, modal kerja, aktiva likuid atau kas. Kerangka dasar
ini tidak mendefinisikan dana secara spesifik
- Informasi
posisi keuangan terutama disediakan dalam neraca. Informasi kinerja
terutama disediakan dalam laporan laba rugi. Dalam laporan keuangan,
informasi perubahan posisi keuangan disajikan dalam laporan tersendiri.
- Komponen-komponen
laporan keuangan saling terkait karena mencerminkan aspek-aspek yang
berbeda dari transaksi transaksi atau peristiwa lain yang sama. Meskipun
setiap laporan menyediakan informasi yang berbeda satu sama lain, tidak
ada yang hanya dimaksudkan untuk memenuhi tujuan tunggal atau menyediakan
semua informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan khusus pemakai.
Misalnya, laporan laba rugi menyediakan gambaran yang tidak lengkap
tentang kinerja kecuali kalau digunakan dalam hubungannya dengan neraca
dan laporan arus kas.
ASUMSI
DASAR
Dasar
Aktual
Pengaruh transaksi dan peristiwa lain
diakui pada saat kejadian (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima
atau dibayar) dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam
laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Laporan keuangan yang-disusun
atas dasar akrual me mberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi
masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas tetapi juga kewajiban
pembayaran kas di masa depan serta sumber daya yang merepresentasikan kas yang
akan diterima di masa depan. Oleh karena itu laporan keuangan menyediakan jenis
informasi transaksi masa lalu dan peristiwa lainnya yang paling berguna bagi
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Kelangsungan
Usaha
Laporan keuangan biasanya disusun atas
dasar asumsi kelangsungan usaha perusahaan dan akan melanjutkan usahanya di
masa depan. Karena itu, perusahaan diasumsikan tidak bermaksud atau
berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya. Jika
maksud atau keinginan tersebut timbul, laporan keuangan mungkin harus disusun
dengan dasar yang berbeda dan dasar yang digunakan harus diungkapkan.
KARAKTERISTIK
KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN
- Dapat Dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung
dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh
pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang
memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk
mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar. Namun demikian, informasi
kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat
dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi tersebut terlalu
sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertent
- Relevan
Informasi harus relevan untuk memenuhi
kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan yang nantinya dapat
mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mere ka mengevaluasi
peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi,
hasil evaluasi mereka di masa lalu.
- Materialitas
Materialitas tergantung pada besarnya pos
atau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khusus dari kelalaian dalam
mencantumkan (omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement).
Karenanya, materialitas lebih merupakan suatu ambang batas atau titik pemisah
dari pada suatu karakteristik kualitatif pokok yang harus dimiliki agar
informasi dipandang berguna.
- Keandalan
Informasi memiliki kualitas andal jika
bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat
diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful
representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar
diharapkan dapat disajikan
- Penyajian Jujur
Informasi harus menggambarkan dengan jujur
transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara
wajar dapat diharapkan untuk disajikan. Jadi, misalnya, neraca harus
menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentuk
aktiva, kewajiban dan ekuitas perusahaan pada tanggal pelaporan yang memenuhi
kriteria pengakuan.
- Netralitas
Informasi harus diarahkan pada kebutuhan
umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.
Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan beberapa
pihak, sementara hal tersebut akan merugikan pihak lain yang mempunyai
kepentingan yang berlawanan .
- Pertimbangan Sehat
Pertimbangan sehat mengandung unsur
kehati-hatian pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian,
sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban
atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah.
- Kelengkapan
Agar dapat diandalkan, informasi dalam
laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.
Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan (omission) mengakibatkan
informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan dan karena itu tidak dapat
diandalkan dan tidak sempurna ditinjau dari segi relevansi.
- Dapat Dibandingkan
Pemakai harus dapat memperbandingkan
laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi
kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakai
juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar perusahaan untuk
mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara
relatif.
KENDALA
INFORMASI YANG RELEVAN DAN ANDAL
Tepat Waktu
Jika terdapat penundaan yang tidak
semestinya dalam pelaporan, maka informasi yang dihasilkan akan kehilangan
relevansinya. Manajemen mungkin perlu menyeimbangkan manfaat relatif antara
pelaporan tepat waktu dan ketentuan informasi andal.
Keseimbangan
antara Biaya dan Manfaat
Keseimbangan antara biaya dan manfaat lebih
merupakan kendala yang pervasif daripada karakteristik kualitatif. Manfaat yang
dihasilkan informasi seharusnya melebihi biaya penyusunannya. Namun demikian,
evaluasi biaya dan manfaat merupakan proses pertimbangan yang substansial. Biaya
tersebut juga tidak perlu harus dipikul oleh pemakai informasi yang menikmati
manfaat.
Keseimbangan
di antara Karakteristik Kualitatif
Keseimbangan atau trade-off diantara
berbagai karakteristik kualitatif sering diperlukan. Pada umumnya tujuannya
adalah untuk mencapai suatu keseimbangan yang tepat di antara berbagai
karakteristik untuk memenuhi tujuan laporan keuangan. Kepentingan relatif dari
berbagai karakteristik dalam berbagai kasus yang berbeda merupakan masalah
pertimbangan profesional.
Penyajian Wajar
Laporan keuangan sering dianggap
menggambarkan pandangan yang wajar dari, atau (conseptual framework)diartikan
dengan suatu sistem hoheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental
yang saling berhubungan, yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang
konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batasan-batasan (akuntansi
keuangan dan laporan keuangan). Sehingga kerangka dasar penyusunan dan
penyajian laporan keuangan menjadi sebuah acuan dan asas utama dalam menyusun
dan menyajikan laporan keuangan suatu entitas dengan andal, akuran, dan relevan
yang nantinya mampu menghasilkan informasi yang berterima umum, tidak bias.
UNSUR
LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan menggambarkan dampak
keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa
kelompok besar menurut karakteristik ekonominya. Kelompok besar ini merupakan
unsur laporan keuangan. Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran
posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban dan ekuitas. Sedang unsur yang
berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan
dan beban. Laporan perubahan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai
unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca; dengan
demikian, kerangka dasar ini tidak mengidentifikasikan unsur laporan perubahan
posisi keuangan secara khusus. Penyajian berbagai unsur ini dalam neraca dan
laporan laba rugi memerlukan proses sub-klasifikasi. Misalnya, aktiva dan
kewajiban dapat diklasifikasikan menurut hakekat atau fungsinya dalam bisnis
perusahaan dengan maksud untuk menyajikan informasi dengan cara yang paling
berguna bagi pemakai untuk tujuan pengambilan keputusan ekonomi.
PENGAKUAN
UNSUR LAPORAN KEUANGAN
Pengakuan (recognition) merupakan proses
pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi unsur serta kriteria pengakuan
yang dikemukakan dalam paragraf 83 dalam neraca atau laporan laba rugi.
Pengakuan dilakukan dengan menyatakan pos tersebut baik dalam kata-kata maupun
dalam jumlah uang dan mencantumkannya ke dalam neraca atau laporan laba rugi.
Pos yang memenuhi kriteria tersebut harus diakui dalam neraca atau laporan laba
rugi. Kelalaian untuk mengakui pos semacam itu tidak dapat diralat melalui
pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan maupun melalui catatan atau materi
penjelasan.
Pos yang memenuhi definisi suatu unsur
harus diakui kalau:
- ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos
tersebut akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan; dan
- pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan
andal.
Probabilitas
Manfaat Ekonomi Masa Depan
Dalam kriteria pengakuan penghasilan,
konsep probabilitas digunakan dalam pengertian derajat ketidakpastian bahwa
manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir
dari atau ke dalam perusahaan. Konsep tersebut dimaksudkan untuk menghadapi
ketidakpastian lingkungan operasi perusahaan. Pengkajian derajat ketidakpastian
yang melekat dalam arus manfaat ekonomi masa depan dilakukan atas dasar bukti
yang tersedia pada saat penyusunan laporan keuangan. Misalnya, kalau pembayaran
suatu piutang besar kemungkinan terjadi (probable) dan tidak ada bukti lain
yang bertentanyan, maka dapat dibenarkan untuk mengakui piutang tersebut
sebagai aktiva. Namun demikian, jika populasi piutang banyak jumlahnya, maka
besar kemungkinan ada yang tidak tertagih; karena itu suatu beban yang
merepresentasikan pengurangan manfaat ekonomi yang diharapkan harus diakui.
Keandalan
Pengukuran
Kriteria pengakuan suatu pos yang kedua
adalah ada tidaknya biaya atau nilai yang dapat diukur dengan tingkat keandalan
tertentu (reliable) seperti yang dibahas pada paragraf 31 sampai dengan
paragraf 38 kerangka dasar ini. Pada banyak kasus, biaya atau nilai harus
diestimasi; penggunaan estimasi yang layak merupakan bagian esensial dalam
penyusunan laporan keuangan tanpa mengurangi tingkat keandalan. Namun demikian,
kalau estimasi yang layak tak mungkin dilakukan, pos tersebut tidak diakui
dalam neraca atau laporan laba rugi. Misalnya, hasil yangndiharapkan dari suatu
tuntutan hukum dapat memenuhi definisi baik aktiva dan penghasilan maupun
kriteria probabilitas untuk dapat diakui; namun demikian, kalau tidak mungkin
diukur dengan tingkat keandalan tertentu, tuntutan tersebut tidak dapat diakui
sebagai aktiva atau sebagai penghasilan; namun demikian, eksistensi tuntutan
harus diungkapkan dalam catatan, materi penjelasan atau skedul tambahan..
Pengakuan
Aktiva
- Aktiva diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa manfaat
ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan aktiva tersebut
mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.
- Aktiva tidak diakui dalam neraca kalau pengeluaran telah terjadi
dan manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin mengalir ke dalam
perusahaan setelah periode akuntansi berjalan. Sebagai alternatif
transaksi semacam itu menimbulkan pengakuan beban dalam laporan laba rugi.
Dengan perlakuan ini tidak berarti pengeluaran yang dilakukan manajemen
mempunyai maksud yang lain daripada menghasilkan manfaat ekonomi bagi
perusahaan di masa depan atau bahwa manajemen salah arah. Implikasi
satu-satunya adalah bahwa tingkat kepastian dari manfaat ekonomi yang
diterima perusahaan setelah periode akuntansi berjalan tidak mencukupi
untuk membenarkan pengakuan aktiva.
Pengakuan
Kewajiban
- Kewajiban diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa
pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan
untuk menyelesaikan kewajiban {obligation) sekarang dan jumlah yang harus
diselesaikan dapat diukur dengan andal. Dalam praktek, kewajiban {obligations)
menurut kontrak yang belum dilaksanakan oleh kedua belah pihak (misalnya,
kewajiban atas pesanan persediaan yang belum diterima) pada umumnya tidak
diakui sebagai kewajiban dalam laporan keuangan. Namun demikian, kewajiban
{obligation) semacam itu dapat memenuhi definisi kewajiban dan, kalau
dalam keadaan tertentu kriteria pengakuan terpenuhi, maka kewajiban
{obligation) tersebut dapat dianggap memenuhi syarat pengakuan . Dalam
kasus ini, pengakuan kewajiban mengakibatkan pengakuan aktiva atau beban yang
bersangkutan.
Pengakuan
Penghasilan
- Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi kalau kenaikan manfaat
ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aktiva atau
penurunan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Ini
berarti pengakuan penghasilan terjadi bersamaan dengan pengakuan kenaikan
aktiva atau penurunan kewajiban (misalnya, kenaikan bersih aktiva yang
timbul dari penjualan barang atau jasa atau penurunan kewajiban yang
timbul dari pembebasan pinjaman yang masih harus dibayar).
- Prosedur yang biasanya dianut dalam praktek untuk mengakui
penghasilan, seperti misalnya ketentuan bahwa penghasilan telah diperoleh,
merupakan penerapan kriteria pengakuan dalam kerangka dasar ini. Prosedur
semacam ini pada umumnya dimaksudkan untuk membatasi pengakuan penghasilan
pada pos-pos yang dapat diukur dengan andal dan memiliki derajat kepastian
yang cukup.
Pengakuan
Beban
- Beban diakui dalam laporan laba rugi kalau penurunan manfaat
ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aktiva atau peningkatan
kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Ini berarti
pengakuan beban terjadi bersamaan dengan pengakuan kenaikan kewajiban atau
penurunan aktiva (misalnya, akrual hak karyawan atau penyusutan aktiva
tetap).
- Beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar hubungan langsung
antara biaya yang timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh.
Proses yang biasanya disebut pengaitan biaya dengan pendapatan (matching
of costs with revenues) ini melibatkan pengakuan penghasilan dan beban
secara gabungan atau bersamaan yang dihasilkan secara langsung dan
bersama-sama dari transaksi atau peristiwa lain yang sama; misalnya,
berbagai komponen beban yang membentuk beban pokok penjualan (cost or
expense of goods sold) diakui pada saat yang sama sebagai penghasilan yang
diperoleh dari penjualan barang. Namun demikian, penerapan konsep matching
dalam kerangka dasar ini tidak memperkenankan pengakuan pos dalam neraca
yang tidak memenuhi definisi aktiva atau kewajiban.
- Kalau manfaat ekonomi diharapkan timbul selama beberapa periode
akuntansi dan hubungannya dengan penghasilan hanya dapat ditentukan secara
luas atau tak langsung, beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar
prosedur alokasi yang rasional dan sistematis. Hal ini sering diperlukan dalam
pengakuan beban yang berkaitan dengan penggunaan aktiva seperti aktiva
tetap, goodwill, paten, merek dagang. Dalam kasus semacam itu, beban ini
disebut penyusutan atau amortisasi. Prosedur alokasi ini dimaksudkan untuk
mengakui beban dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi
aktiva yang bersangkutan.
- Beban segera diakui dalam laporan laba rugi kalau pengeluaran
tidak menghasilkan manfaat ekonomi masa depan atau kalau sepanjang manfaat
ekonomi masa depan tidak memenuhi syarat, atau tidak lagi memenuhi syarat,
untuk diakui dalam neraca sebagai aktiva.
- Beban juga diakui dalam laporan laba rugi pada saat timbul
kewajiban tanpa adanya pengakuan aktiva, seperti apabila timbul kewajiban
akibat garansi produk.
PENGUKURAN
UNSUR LAPORAN KEUANGAN
Pengukuran adalah proses penetapan jumlah
uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca
dan laporan laba rugi. Proses ini menyangkut pemilihan dasar pengukuran
tertentu. Sejumlah dasar pengukuran yang berbeda digunakan dalam derajat dan
kombinasi yang berbeda dalam laporan keuangan. Berbagai dasar pengukuran
tersebut adalah sebagai berikut:
Biaya historis.
Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas
(atau setara kas) yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan
{consideration) yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut pada saat
perolehan. Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari
kewajiban (obligation), atau dalam keadaan tertentu (misalnya, pajak
penghasilan), dalam jumlah kas (atau setara kas)yang diharapkan akan dibayarkan
untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal.
Biaya kini (current cost).
Aktiva dinilai dalam jumlah kas (atau
setara kas) yang seharusnya dibayar bila aktiva yang sama atau setara aktiva
diperoleh sekarang. Kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas)
yang tidak didiskontokan (undiscounted) yang mungkin akan diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban (obligation) sekarang.
Nilai realisasi/penyelesaian
(realisable/settlement value).
Aktiva dinyatakan dalam jumlah kas (atau
setara kas) yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual aktiva dalam pelepasan
normal (orderly disposal). Kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian;
yaitu, jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan yang diharapkan
akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.
Nilai sekarang (present value).
Aktiva dinyatakan sebesar arus kas masuk
bersih di masa depan yang didiskontokan kenilai sekarang dari pos yang
diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal. Kewajiban
dinyatakan sebesar arus kas keluar bersih di masa depan yang didiskontokan ke
nilai sekarang yang diharapkan akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban
dalam pelaksanaan usaha normal.
Pada tanggal 04
Januari 2018, Pak Budi mendirikan PT Manajemen Keuangan Network yang bergerak
dalam bidang pelayanan jasa Akuntansi Keuangan, kursus & training
akuntansi, dan pajak dengan setoran modal awal sebesar Rp 80.000.000.
Aset dan kewajiban,
serta pendapatan dan beban PT Manajemen Keuangan Network selama periode tahun
2018 adalah sebagai berikut:
- Utang usaha = Rp 12.200.000
- Piutang usaha = Rp 31.350.000
- Kas = Rp 53.050.000
- Pendapatan honor = Rp
263.200.000
- Tanah = Rp 80.000.000
- Beban lain-lain = Rp 12.950.000
- Beban kantor = Rp 63.000.000
- Bahan habis pakai = Rp
3.350.000
- Beban gaji = Rp 131.700.000
Dari data-data
tersebut, dapat dibuat laporan keuangan laba rugi sederhana untuk tahun
berjalan yang berakhir pada 31 Desember 2018, sebagai berikut:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar