Nama : Linda Aviva
Nim : D42172380
Prodi : Akuntansi
sektor public
RESUME
PERUBAHAN METODE AKUNTANSI
Sedangkan Perubahan dalam metode akuntansi dipisahkan menjadi 3 (tiga)
yaitu :
- Perubahan dalam prinsip akuntansi
- Perubahan dalam taksiran-taksiran akuntansi
- Perubahan dalam kesatuan usaha
Koreksi kesalahan tahun-tahun lalu dapat terjadi karena berbagai macam
sebab, seperti kesalahan-kesalahan perhitungan, kesalahan-kesalahan penggunaan
rekening, kesalahan-kesalahan dalam penerapan prinsip akuntansi.
Tidak ada pedoman khusus untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan ini
karena koreksinya tergantung pada jenis kesalahannya. Dan kabar baiknya,
pembahasan mengenai cara melakukan koreksi kesalahan laporan keuangan bisa di
baca di : Cara Melakukan Koreksi Kesalahan Laporan Keuangan
Dampak Perubahan Metode Akuntansi Terhadap Laporan Keuangan
perubahan metode akuntansi
Mari kita bahas satu per satu perubahan dalam metode akuntansi dan
dampaknya bagi Laporan Keuangan.
#1. Perubahan dalam prinsip Akuntansi
Perubahan dalam prinsip akuntansi adalah penggunaan suatu prinsip
akuntansi yang lazim yang berbeda dengan prinsip akuntansi yang lazim yang
digunakan dalam periode sebelumnya.
Istilah prinsip akuntansi di sini mencakup juga metode-metode yang
digunakan.
Perubahan dalam prinsip akuntansi ini dapat terjadi karena perusahaan
mempunyai beberapa alternatif metode untuk penerapan suatu prinsip.
Istilah perubahan dalam prinsip akuntansi ini tidak termasuk :
Pemakaian pertama suatu prinsip akuntansi untuk mencatat transaksi yang
baru pertama kali terjadi dalam perusahaan.
Penggunaan atau perubahan suatu prinsip akuntansi yang perlu dilakukan
karena adanya perubahan sifat transaksi.
Perubahan dari prinsip akumulasi yang tidak lazim ke prinsip yang
lazim.
Contoh dari perubahan prinsip akuntansi antara lain :
Perubahan dalam metode pembebanan harga pokok persediaan, seperti dari
LIFO ke FIFO atau ke rata-rata tertimbang.Perubahan dalam metode depresiasi
aktiva tetap, seperti dari double delining balance method ke straight line method.Perubahan
dalam metode akuntansi untuk kontrak jangka panjang, seperti dari metode
kontrak selesai ke metode persentase penyelesaian.Perubahan dalam perhitungan
biaya produksi, seperti dari full costing ke direct costing.
Perubahan dalam penggunaan prinsip akuntansi ini bisa diklasifikasikan
menjadi 3 (tiga), yaitu :
#1. Perubahan prinsip akuntansi yang mempunyai akibat kumulatif
Akibat kumulatif dari perubahan prinsip akuntansi diperlakukan sebagai
berikut :
Jumlah akibat kumulatif dari perubahan prinsip dilaporkan dalam laporan
laba rugi di antara elemen-elemen luar biasa dan laba bersih. Pelaporannya
dengan jumlah sesudah dikurangi pajak penghasilan.
Laporan keuangan periode-periode sebelumnya tidak perlu dikoreksi.
Laba sebelum elemen luar biasa dan laba bersih periode-periode
sebelumnya ditunjukkan dalam laporan laba rugi tahun sekarang dengan jumlah
yang udah dikoreksi.
#2. Perubahan prinsip akuntansi
yang mempunyai akibat retroaktif
Perubahan prinsip akuntansi tertentu diperlakukan secara retroaktif.
Dengan cara ini laporan keuangan periode-periode sebelumnya (yang dilaporkan)
disusun kembali sesuai dengan prinsip yang baru.
Bila masih terdapat sisa akibat kumulatif (sesudah laporan keuangan
periode-period sebelumnya yang dilaporkan, direvisi) maka sisa tersebut
dikoreksikan ke saldo awal rekening laba tidak dibagi dari periode terawal yang
dikoreksi.
Perubahan prinsip akuntansi yang memerlukan retroaktif adjustment
adalah :
Perubahan metode penentuan harga pokok persediaan dari LIFO ke metode lain.
Perubahan dalam metode akuntansi untuk kontrak jangka panjang.
Perubahan dari atau ke full cost method yang digunakan dalam industri
extractive.
#3. Perubahan metode penentuan penentuan harga pokok persediaan ke LIFO
Perubahan ke LIFO ini merupakan suatu pengecualian dari dua perlakuan
di atas (kumulatif dan retroactive).
Bila suatu perusahaan mengganti metode penentuan harga pokoknya ke LIFO
maka persediaan awal dalam periode pergantian metode itu merupakan dasar
perhitungan untuk periode tersebut dan periode-periode berikutnya.
Pergantian metode ke LIFO ini tidak memerlukan koreksi baik kumulatif
maupun retroaktif.
3 perubahan metode akuntansi yang mempengaruhi tujuan laporan keuangan
#2. Perubahan dalam Taksiran-taksiran Akuntansi
Banyak alokasi atau pembebanan biaya didasarkan pada taksiran-taksiran
di mana taksiran ini dibuat dengan suatu kebijaksanaan.
Misalnya pembebanan kerugian piutang, taksiran umur dalam perhitungan
depresiasi, dan taksiran jumlah garansi yang akan dibayar.
Pada periode-periode berikutnya mungkin dapat diketahui bahwa
taksiran-taksiran yang sudah dibuat adalah tidak benar sehingga perlu direvisi.
Bila taksiran sudah dibuat dengan sebai-baiknya tapi ternyata tidak
tepat, maka perubahan-perubahan yang dibuat sebaiknya dibebankan pada periode
berjalan dan periode-periode yang akan datang.
Periode-periode yang lalu sudah tidak perlu diubah karena perubahan
taksiran ini baru diketahui pada periode berjalan.
Perhatikan contoh berikut:
Mesin harga perolehannya Rp. 1.000.000,- umurnya ditaksir 8 tahun.
Setelah dipakai selama 5 tahun diketahui bahwa seharusnya mesin tadi umurnya 10
tahun.Depresiasi yang sudah dibebankan selama 5 tahun berjumlah 5 x Rp. 125.000
= Rp. 625.000.
Nilai buku mesin pada awal tahun ke-enam sebesar Rp. 375.000. Karena
taksiran umurnya berubah menjadi 10 tahun maka nilai buku sebesar Rp. 375.000
akan dibebankan dalam waktu lima tahun, yaitu tahun ke-enam sampai dengan tahun
ke-sepuluh.
Beban depresiasi tiap tahun selama sisa umur mesin sebesar Rp. 375.000
: 5 = Rp. 75.000.
Dalam hal ini tidak perlu dibuat jurnal untuk membetulkan saldo
rekening yang berhubungan.
Perubahan dalam taksiran akuntansi yang timbul sebagian atau seluruhnya
dari perubahan prinsip akuntansi harus dilaporkan sebagai perubahan taksiran
akuntansi.
Perubahan metode depresiasi, akibatnya dapat dipisahkan dari perubahan
taksiran-taksiran akuntansi (seperti umur dan residu).
Oleh karena itu perubahan metode depresiasi atau penyusutan harus
diperlakukan sebagai perubahan prinsip akuntansi dan perubahan taksiran umur,
nilai residu dan lain-lain diperlakukan sebagai perubahan taksiran akuntansi.
#3. Perubahan Kesatuan Usaha
Laporan keuangan bisa berubah karena adanya perubahan kesatuan
usaha.Perubahan kesatuan usaha ini terjadi dalam hal disusunnya laporan
keuangan konsolidasi sebagai ganti laporan keuangan masing-masing perusahaan,
perubahan-perubahan dalam anak perusahaan yang laporan-laporannya
dikonsoidasikan, atau terjadinya penggabungan-penggabungan baru.Teknik Cepat
Membuat Laporan Keuangan Usaha Kecil, Cocok Untuk Anda yang Tidak Sabaran
Bila terjadi perubahan kesatuan usaha maka laporan keuangan tahun
berjalan harus menjelaskan sifat-sifat dan sebab-sebab perubahan itu.
Di samping itu akibat-akibat perubahan terhadap laba rugi juga harus
dicantumkan dalam laporan laba rugi sebelum elemen-elemen luar biasa, begitu
juga laba bersih dan jumlah pendapatan per lembar saham (EPS).
Laporan keuangan tahun berikutnya tidak perlu lagi mencantumkan
penjelasan seperti laporan tahun berjalan.
Agar laporan keuangan tahun berjalan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun
sebelumnya, laporaN keuangan tahun sebelumnya harus disusun dengan anggapan
jika seandainya sudah terjadi perubahan kesatuan usaha.
REFERENSI
Harrah's Cherokee Casino Resort - Mapyro
BalasHapusInformation and Reviews about Harrah's Cherokee Casino Resort in Council 동해 출장안마 Bluffs, including Realtime Reviews, Photos, Rates and Reviews. Rating: 4.5 · 9 reviews · Price range: $$ (Based 김제 출장마사지 on Average Nightly Rates for 김포 출장샵 a 진주 출장안마 Standard Room from our Partners)Which popular attractions are close to Harrah's Cherokee Casino Resort?What are some of the property amenities at Harrah's 공주 출장안마 Cherokee Casino Resort?