Minggu, 08 September 2019

akuntansi untuk leasing


Nama    : Linda Aviva
Nim        : D42172380
Prodi     : Akuntansi Sektor Publik
RESUME
AKUNTANSI UNTUK LEASING
Pengertian leasing adalah pembiayaan peralatan/barang modal yang digunakan untuk proses produksi suatu perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menurut surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia, No . KEP- 122/MK/IV/2/1974, Nomor 32/M/SK/2/1974, dan Nomor 30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974. Menyatakan bahwa leasing adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam rangka penyediaan barang-barang modal yang digunakan perusahaan dalam jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing yang berdasarkan nilai sisa uang yang telah disepakati bersama.
Menurut Equipment Leasing Association di London , leasing adalah perjanjian antara lessor dan lesse untuk menyewakan sesuatu atas barang modal tertentu yang telah dipilih/ditentukan lesse. Hak kepemilikan barang modal tersebut dimiliki oleh lessor, sedangkan lesse hanya menggunakannya berdasarkan pembayaran uang sera yang telah ditentukan dalam jangka waktu tertentu.
Pengertian diatas menunjukkan bahwa leasing terdiri dari beberapa elemen sebagai berikut:
  1. Pembiayaan perusahaan.
  2. Penyediaan barang-barang modal.
  3. Jangka waktu tertentu.
  4. Adanya nilai sisa yang disepakati bersama.
  5. Adanya hak pilih (option right).
  6. Pembayaran secara berkala.
  7. Adanya pihak lessor.
  8. Adanya pihak lessee.




Istilah-Istilah LeasinG

Dalam transaksi leasing, biasanya akan kita temui beberapa istilah seperti:
1.Lease adalah suatu kontrak sewa atas penggunaan harta untuk suatu periode tertentu dengan jumlah sewa tertentu.
2. Lessee adalah pihak pemakai yang akan di Perorangan atau perusahaan yang menggunakan modal dengan pembiayaan dari pihak perusahaan leasing.
3. Lessor 
adalah pemilik dari aktiva (barang) modal yang akan di lease.
4. Lease term adalah jangka waktu lease yang bersifat mutlak artinya tidak dapat dibatalkan.
Diantaranya seperti:
a. Periode yang mencakup hak opsi untuk memperbarui kontrak.
b. Periode saat lessor mempunyai hak untuk mencakup digunakannya hak opsi untuk membeli aktiva yang dilease.
c. Periode saat dimana lessor mempunyai hak untuk memperbarui atau memperpanjang masa lease.
d. Periode saat dimana lesse mendapat denda karena tidak mampu memperbarui lease dan jumlag denda tersebuat dijamin pada awal permulaan.
e. Periode yang mencakup hak opsi pembaruan yang biasa diberikan jaminan oleh lessee atas utang lessoe yang kemungkinan terjadi.
5. Residual Value adalah nilai leased asset yang diperkirakan dapat direalisasikan pada akhir periode sewa.
6. Security Deposit (SD) adalah jaminan kas yang diminta oleh lessor dari sewa kewajiban sewa lainnya.
Pada praktiknya, jenis-jenis leasing secara umum bisa dibedakan menjadi beberpa kelompok seperti berikut:
  1. Capital lease
Perusahaan leasing jenis ini adalah sebagai suatu lembaga keuangan. Jadi lesse yang membutuhkan barang modal akan menentukan sendiri spesifikasi dan kriteria barang yang dibutuhkan. Lessee juga yang melakukan negosiasi langsung dengan supplier tentang harga dan syarat-syarat lainnya.
Langkah selanjutnya, Lessor akan memberikan sejumlah uang kepada supplier untuk membayar barang modal yang telah dipilih oleh lessee. Sebagai imbalannya, lessee akan membayar sejumlah uang secara berkala kepada lessor sesuai dengan perjanjian.
Capital lease dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Direct finance lease
Transaksi ini terjadi jika lesse meminta lessor untuk membelikan suatu barang.
2. Sale and lease back
Jadi dalam transaksinya, lesse menjual barang aktiva miliknya kepada lessor. Artinya seorang lesse membutuhkan dana dari penjualan barangnya.
  1. Operating Lease
Dalam praktiknya, pihak lessor membeli barang yang kemudian disewakan kepada lessee jangka waktu tertentu. Pihak lessee hanya membayar rental (sewa) barang yang besarnya secara keseluruhan tidak meliputi harga barang serta biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh lessor.
  1. Sales type lease (Lease Penjualan)
Lease penjualan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan industry yang menjualn lease barang dari hasil produksinya. Dalam kontrak penjualan lease, ada dua macam pendapatan yang diakui, yaitu pendapatan penjualan barang dan pendapatan bunga atas pembelanjaan selama jangka waktu lease.
  1. Leverage Lease
Pada praktiknya, leasing ini dilibatkan pihak ketiga, atau biasa disebut dengan credit provider. Jadi lessor tidak membiayai objek leasing hingga sebesar 100% dari harga barang, melainkan hanya sekitar 20% – 40% saja. Sisa harga kemudian akan dibiayai oleh credit provider
  1. Cross Border Lease
Transaksi ini adalah transaksi leasing yang dilakukan dengan melewati batas suatu negara. Lessor dan lesse terletak pada dua negara yang berbeda. Barang-barang atau peralatan yang ditransaksikan dalam Cross Border Leaseadalah barang yang memiliki nilai yang besar. Contohnya: pesawat terbang bentukan Boeing dan Airbus.
E. Akuntansi Leasing
Pencatatan akuntansi dalam leasing dilakukan berdasarkan jenis leasing, yaitu:
1.
Pada saat pengakuan leasing.
Aktiva/Peralatan/Mesin
xxxx
           Kewajiban leasing
xxxx
2.
Pada saat pembayaran pertama
Beban pajak
Xxxx
Kewajiban leasing
Xxxx
          Kas
Xxxx
3.
Pada penyesuaian akhir tahun.
Beban bunga
Xxxx
          Hutang bunga
Xxxx
4.
Pada pengakuan penyusutan
Beban penyusutan
xxxx
       Akumulasi penyusutan
Xxxx
5.
Pada saat pembayaran kedua
Beban pajak
Xxxx
Kewajiban leasing
Xxxx
Beban bunga
xxxx
         Kas
Xxxx
6.
Pada saat lessee menggunakan hak opsi.
Aktiva/Peralatan/Mesin
Xxxx
Akm. Peny. Aktiva leasing
xxxx
          Hutang hak opsi
Xxxx
          Kewajiban leasing
Xxxx
         Security deposit
Xxxx
Pada operating lease hanya terdapat satu jurnal yaitu:
1. Jurnal akuntansi operating lease.
1.
Beban lease/sewa
Xxxx
       Kas
Xxxx

Soal No. 1
Sebuah pinjaman akan segera di lunasi dengan sistem anuitas bulanan. Jika besar dari angsuran Rp. 85.000, dan bunganya sebesar Rp. 315.000,00. Maka tentukanlah berapa jumlah dari anuitas tersebut ?
Jawaban nya :
Di ketahui :
An = Rp 85.000
Bn = Rp 315.000
Di tanya = AN .….. ?
Di jawab :
AN = An + Bn
AN = Rp 85.000 + Rp 315.000
AN = Rp 400.000
Jadi, jumlah dari nilai anuitas dari soal di atas ialah = Rp 400.000.
Soal No. 2
Sebuah pinjaman akan segera di lunasi dengan sistem anuitas bulanan. Jika besar anuitas nya Rp 600.000,00. Maka tentukanlah berapa angsuran ke-5 jika bunga ke-5 nya ialah sebesar Rp 415.000,00 ?
Jawaban nya :
Di ketahui :
AN = Rp 600.000
Bn = Rp 415.000
Ditanya : An ..….. ?
Di jawab :
AN = An + Bn
Rp 600.000 = An + Rp 415.000
An = Rp 600.000 – Rp 415.000
An = Rp 185.000
Jadi, jumlah nilai dari angsurannya ialah sebesar = Rp 185.000.

REFERENSI
https://www.akuntansilengkap.com/akuntansi/pengertian-leasing-akuntansi-jenis-jenis-dan-manfaat-menurut-para-ahli/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHASA INGGRIS BINATANG

ANIMAL Bison = Banteng Cat = Kucing Frog = Katak Fly = lalat Cricket = Jangkrik Shrimp = Udang Porcupine = Landak Dolphin = Lumba-...