MAKALAH
MODAL KERJA
Dosen
Pengampu:
Dr. Sumadi S.E, M.M
Di Susun
Oleh:
ARISTIA INDAH DEWISHABRINA (D42172369)
FIRSTTANTRI IZZA A.(D42172370)
DHEA ARI THALIA (D42172371)
NANDA LIFIA SINTA (D421723.)
LINDA AVIVA (D42172380)
PROGAM
STUDI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
JURUSAN
MANAJEMEN AGRIBISNIS
POLITEKNIK
NEGERI JEMBER
2019
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan masalah
BAB II PEMBAHASAN
2.1
2.2
BAB III PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Modal kerja secara kolektif mencangkup aktivadan
pasiva lancer dalam jangka pendek. Sedang modal kerja netto menggambarkan
perbedaan antara aktiva lancar dan pasiva lancar dari suatu korporasi. Dengan
demikian dalam menejemen modal kerja sangat berkaitan dengan menejemen
investasi dalam aktiva lancar, serta kebijakan dalam pasiva lancar.
Komponen penting dalam aktiva lancar adalah Kas dan
Surat Berharga. Dalam pemilihan besaran alat likuid antara kas dan surat berharga,
menejer keungan akan menghadapi masalah seperti yang berkaitan dengan manajer
operasional. Penyediaan alat likuid kas yang “idle”seharusnya dapat ditempatkan dalam surat berharga, menejer
yang dapat memberikan hasil.
Komponen aktiva lancar lainnya adalah Piutang. Piutang
ini terjadi karena korporasi menjual barang secara kredit, sehingga sangat
berkaitan dengan manajemen kredit yang diberikan korporasi.
Komponen lain yang penting dalam aktiva lancar adalah
Persediaan barang. Persediaan barang umumnya terdiri dari; bahan baku,
persediaan setengah jadi (dalam proses), dan barang jadi. Korporasi melakukan
investasi dalam persediaan barang ini yang menyangkut “opportunity cost” dari modal yang tertanam dalam persediaan, biaya
penyimpanan dan resiko kerusakan barang. Sedangkan manfaat persediaan barang
adalah untuk memenuhi permintaan khusunya didalam jumlah besar dan tak terduga.
Dari sisi pasiva, komponen yang utama adalah Hutang
dagang, yaitu hutang kepada perusahaan lain karena pembelian barang. Hutang
dagang ini merupakan kebalikan dari piutang.
Di dalam investasi untuk aktiva lancar, suatu
korporasi dapat membiayainya dengan kredit jangka pendek. Salah satu caranya
adalah melalui Kredit Bank. Manajemen sumber dana jangka pendek merupakan
korporasi tentang modal kerja dalam kaitannya dengan penilaian korporasi.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.2.1
Pengertian
perputaran modal kerja?
1.2.2
Jenis-jenis
perputaran modal kerja beserta rumus menghitung?
BAB II
PEMABAHASAN
2.1 Pengertian perputaran modal
Modal kerja selalu dalam keadaan berputar atau
beroperasi dalam perusahaan selama perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan
usaha. Periode perputaran modal kerja (working capital turnorver) dimulai saat
kas diinvestasikan dalam komponen modal kerja sampai saat dimana kas kembali lagi
menjadi kas. Makin pendek periode tersebut berarti makin cepat perputarannya
atau makin tinggi tingkat perputarannya (turnorver rate-nya).Menurut Kasmir
dalam Caesarani (2014).
Perputaran
modal kerja adalah salah satu rasio untuk mengukur atau menilai keefektifan
modal kerja perusahaan selama
periode tertentu. Sedangkan menurut
Munawir (2010:80)“ Rasio
ini menunjukkan banyaknya penjualan
modal kerja yang
mungkin disebabkan rendahnya
persediaaan, piutang atau adanya saldo kas yang terlalu besar “.
Perputaran
modal kerja yang
tinggi diakibatkan rendahnya
modal kerja yang ditanam
dalam persediaan dan
piutang, atau dapat
juga menggambarkan tidak tersedianya
modal kerja yang
cukup dan adanya
perputaran persediaan dan perputaran piutang yang tinggi. Jika
perputaran persediaan dan perputaran piutang tinggi, berarti perusahaan tidak
membutuhkan saldo persediaan dan saldo piutang yang besar,
dengan demikian maka
jumlah modal kerja
pun tidak terlalu
besar. Selama perusahaan terus
beroperasi (going concern),
modal kerja berputar
terus menerus dalam perusahaan
karena digunakan untuk
membiayai operasi sehari-hari.
Rasio ini menunjukan
hubungan antara modal
kerja dengan penjualan akan menunjukan
banyaknya penjualan yang dapat diperoleh perusahaan (dalam jumlah rupiah) untuk
tiap rupiah modal kerja (Munawir:2010). Formulasi dari Working Capital Turnove WCT)
adalah sebagai berikut :
2.2 Jenis-jenis
perputaran modal
1Total
Assets Turn Over(Perputaran Aktiva)
Total assets turn over adalah perbandingan antara
penjualan dengan total aktiva suatu perusahaan yang menjelaskan tentang
kecepatan perputaran total aktiva dalam satu periode tertentu. Total assets
turn over memaparkan bahwa tingkat efisiensi pemakaian aktiva perusahaan secara
keseluruhan dalam menghasilkan volume penjualan tertentu sesuai catatan atas
laporan keuangan.
Total assets turn over diukur dari volume penjualan.
Semakin besar rasio ini maka kondisi operasional perusahaan semakin baik.
Maksudnya yaitu perputaraan aktiva lebih cepat sehingga menghasilkan laba dan
pemakaian keseluruhan aktiva dalam menghasilkan penjualan semakin optimal.
Rasio yang nilainya tinggi juga bisa berarti jumlah asset yang sama bisa
memperbesar volume penjualan. Total assets turn over ini penting untuk
diketahui oleh para kreditur, pemilik perusahaan, dan manajemen perusahaan,
efisiensi pemakaian seluruh aktiva dalam perusahaan bisa terlihat. Rumus Total
assets turn over sebagai berikut.
Total Assets Turn Over = Penjualan / Total Aktiva x 100%
2.Working
Capital Turn Over(Rasio Perputaran Modal Kerja)
Rasio perputaran modal kerja adalah perbandingan
antara penjualan dengan modal kerja bersih suatu perusahaan. Nilai modal kerja
bersih diperoleh dari aktiva lancar dikurangi utang lancar. Rasio ini mengukur
aktivitas bisnis yang dibandingkan dengan kelebihan aktiva lancar atas
kewajiban lancar sehingga banyaknya penjualan (dalam rupiah) yang diperoleh
perusahaan untuk setiap rupiah modal kerja dapat terlihat. Working capital turn
over ini juga dikatakan sebagai pengukuran kemampuan modal kerja (netto) dalam
suatu periode siklus kas (cash cycle) pada suatu perusahaan yang memengaruhi
pencatatan transaksi keuangan.
Modal kerja dikatakan efektif berputar dalam perusahaan
selama perusahaan yang bersangkutan melakukan kegiatan operasional usaha.
Periode perputaran modal kerja (working capital turn over period) dimulai dari
kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja hingga kembali menjadi
kas. Semakin pendek periode tersebut berarti perputaran (turn over rate)
semakin cepat.Periode perputaran modal kerja tergantung durasi periode
perputaran dari setiap komponen modal kerja tersebut. Rumus rasio perputaran
modal kerja sebagai berikut.
Perputaran Modal Kerja = Penjualan/ Modal Kerja Bersih atau Penjualan /
Aktiva Lancar – Utang Lancar
3. Rasio
Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Assets Turnover)
Rasio perputaran akltiva tetap adalah perbandingan
antara penjualan dengan aktiva tetap yang dimiliki suatu perusahaan. Fixed
assets turn over ratio ini mengukur efektivitas pemakaian dana yang tertanam
pada harta (aktiva) tetap seperti pabrik dan peralatan untuk menghasilkan
penjualan yang dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan pada aktiva
tetap tersebut.
Rasio ini berfungsi untuk mengevaluasi kemampuan
perusahaan dalam memanfaatkan aktivanya secara efektif sehingga pendapatan
meningkat yang dicatat sesuai jenis jenis laporan keuangan. Jika perputarannya
lambat (rendah), maka kapasitas akan terlalu besar atau ketersediaan aktiva
tetap banyak sehingga kurang bermanfaat. Kemungkinan lain yang terjadi yaitu
investasi pada aktiva tetap biasanya berlebihan daripada nilai output yang
diperoleh. Semakin tinggi rasio ini maka pemakaian aktiva tetap semakin efektif.
Rumus perputaran aktiva tetap sebagai berikut.
Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan / Aktiva Tetap x 100%
4. Rasio
Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
Inventory turnover ratio adalah perbandingan kemampuan
dana pada inventory yang berputar dalam suatu periode tertentu atau likuiditas
dari inventory dan tendensi untuk adanya overstock pada suatu perusahaan. Rasio
perputaran persediaan ini mengukur efisiensi pemakaian persediaan barang dagang
pada perusahaan sehingga kinerja manajemen dalam mengontrol modal yang ada pada
persediaan bisa terlihat baik atau kurang baiknya. Ada dua masalah yang umumnya
timbul dalam perhitungan dan analisis rasio perputaran persediaan yang termasuk
unsur unsur laporan keuangan.
Pertama, penjualan akan dinilai berdasarkan harga
pasar (market price), persediaan dinilai berdasarkan harga pokok penjualan (at
Cost) sehingga rasio perputaran persediaan (at cost) berguna untuk mengukur
perputaran fisik persediaan. Sedangkan rasio ini dihitung dengan membandingkan
penjualan dengan persediaan dalam perputaran persediaan dalam kas. Rasio
keuangan yang memakai rasio perputaran persediaan (at market) lebih banyak
digunakan.
Namun jika ingin mengukur rasio industri maka
sebaiknya menggunakan rasio perputaran persediaan (at market). Penjualan yang
dilakukan sepanjang tahun dan angka persediaan merupakan gambaran keadaan
sesaat sehingga lebih baik memakai rata-rata persediaan yaitu persediaan awal
ditambah persediaan akhir dibagi dua. Rumus rasio perputaran persediaan sebagai
berikut.
Perputaran Persediaan (At Cost) = Harga Pokok Penjualan / Rata-rata
Persediaan
Perputaran Persediaan (At Market) = Penjualan / Persediaan
5. Rata-Rata Umur Piutang
Rasio rata-rata umur piutang adalah pengukuran
efisiensi manajemen piutang perusahaan dan durasi (waktu) yang diperlukan untuk
melunasi piutang atau mengubah piutang menjadi kas. Rasio ini dihitung dengan
membandingkan jumlah piutang dengan penjualan per hari yaitu penjualan dibagi
360 atau 365 hari. Rumus rasio rata-rata piutang sebagai berikut.
Rata-rata umur piutang = Piutang / Penjualan Per Hari atau Piutang x 365
/ Penjualan
6. Perputaran
Piutang
Piutang perusahaan berkaitan erat dengan volume
penjualan kredit. Posisi piutang dan taksiran waktu pengumpulan atau penagihan
bisa dinilai dengan menghitung tingkat perputaran piutang tersebut. Rasio
perputaran piutang adalah perbandingan total penjualan kredit (neto) terhadap
piutang rata-rata. Semakin tinggi rasio (turnover) maka modal kerja yang
ditanamkan dalam piutang semakin rendah. Sebaliknya jika rasio semakin rendah
berarti ada over investment dalam piutang sehingga perlu dianalisis lebih
lanjut karena mungkin kinerja bagian kredit dan penagihan kurang efektif atau
mungkin ada perubahan dalam kebijakan pemberian kredit.
Rasio ini mengukur rata-rata piutang yang dikumpulkan
dalam satu tahun sehingga kualitas piutang dan efisiensi perusahaan dalam
pengumpulan piutang dan kebijakan kreditnya juga terlihat. Rasio ini biasanya
digunakan untuk menganalisis modal kerja karena ukuran seberapa cepat piutang
perusahaan berputar menjadi kas bisa ditentukan. Jumlah hari piutang
menggambarkan lamanya suatu piutang yang bisa ditagih (jangka waktu pelunasan).
Jika jangka waktu pelunasan semakin lama maka risiko kemungkinan tidak
tertagihnya piutang semakin besar. Rumus perputaran piutang sebagai berikut.
Perputaran
Piutang = Penjualan Kredit / Piutang Rata-Rata atau Penjualan Bersih /
Rata-Rata Piutang Dagang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar